Juara Pertama Lomba Penulisan Artikel Bisnis Bobotoh dan BJB

Silmi Syaidah (Pemenang Lomba Artikel Bisnis)
Silmi Syaidah (Pemenang Lomba Artikel Bisnis)

Mahasiswa Manajemen S1 menjuarai Lomba penulisan artikel. Berikut adalah artikel yang ditulis oleh Silmi Syaidah :

 

?Bank BJB? Penggerak Utama Bobotohpreneur; ?Menjadikan ?Bobotohpreneur Pemain Inti Perkembangan UKM Bandung Yang Berkontribusi Terhadap Perkembangan Ekonomi Indonesia?

Pendahuluan

Bobotoh bukan sekedar?supporter?Persib, Definisi bobotoh tidaklah sesempit itu, mengapa? Karena menurut para bobotoh mania yang dapat penulis simpulkan dari berbagai artikel, bobotoh adalah seluruh warga Bandung yang memiliki keterikatan secara emosional terhadap Persib, dan bangga akan identitas dirinya sebagai warga Bandung. jadi bila dilakukan perekrutan keanggotaan, calon anggotanya bisa dikatakan sama saja dengan jumlah warga Bandung, karena kebanyakan warga Bandung mengenal Persib dan bangga akan kotanya.

Sebagai bukti, bila bobotoh diasumsikan sebagai anggota Viking, maka menurut anggota Viking sendiri dalam website resminya menyatakan , Viking itu hanya sebagian kecil bobotoh Persib, karena saat ini jumlah Viking baru mencapai sekitar 50.000 orang. Buktinya, Pada final Kompetisi Perserikatan 1985 Persib melawan PSMS, Stadion Senayan yang berkapasitas 120.000 tempat duduk tak mampu membendung supporter Persib yang mencapai sekitar 140.000 orang.

Juga bagaimana status orang-orang yang hampir selalu kita temukan dan menjadi pemandangan hampir diseluruh kota Bandung, mereka menggunakan kaos, stiker, gantungan kunci, dan aksesories lain yang mengandung unsur proklamisasi bahwa mereka bobotoh Persib?. Artinya bila kita melihat dengan kaca mata positif, bobotoh adalah seluruh warga Bandung, yang hati dan kebanggaan dirinya tidak pernah luput dari Persib dan kota Bandung.

Lalu bagaimanakah kondisi Bandung yang menjadi markas bobotoh itu? kini Bandung telah menjadi kota besar yang sibuk, dimana para bobotohnya , diluar kegiatan utamanya dengan Persib , sebagian besar melakukan kegiatan bisnis. Menurut Kamar Dagang dan industri ( Kadin ) di Bandung ada sekitar 3000 unit pelaku usaha mikro dan kecil mengengah.

Sehingga melihat data stastistik yang ada, kini warga Bandung, dapat? dipanggil selain dengan sebutan?urang sunda, yaitu dapat pula dipanggil dengan sebutan bobotohpreneur, yaitu panggilan perpaduan dari kata bobotoh sebagai identitas pencinta Persib-nya dan kata entrepreneur sebagai kegiatan usahanya yang paling dominan di kota Bandung,

Dan bobotohpreneur inilah yang menjadi objek utama kegiatan Bank BJB. Bank yang kita semua tahu, terus berkembang pesat dan awalnya lahir di Kota Bandung tempat tinggal kita, para bobotoh ini.? Ingin mengetahui mengapa Bank BJB menjadikan objek utama kegiatannya bobotohpreneur? Mari kita ikuti artikel ini.

Isi

Pemerintah telah begitu lama concern pada Usaha Kecil dan Menengah? (UKM). Mengapa? karena penggerak utama perekonomian Indonesia adalah UKM, keunggulan lainnya UKM-lah yang paling?adaptable?terhadap dinamisnya dunia usaha, terbukti dengan kokohnya UKM bertahan disaat berguncangnya krisis ekonomi tahun 1997-1998. Menurut website departemen koperasi, UKM pula yang mewakili 99,85% dari jumlah unit usaha yang ada dan menyumbang lebih dari 88% penyerapan tenaga kerja yang tentunya membantu perkembangan perekonomian di Indonesia.

Lalu bagaimana dengan kondisi UKM di Bandung sendiri? Menurut Drs. Hidayat MA, dalam majalah?Forum Ekonomi, presentase sektor usaha kecil dan sektor informal di sebagian kota-kota besar di Indonesia adalah; Bandung sebesar 65 %, Jakarta 50 %, Surabaya 45 %, Semarang 40 %, dan Yogyakarta 35 %. Jelas bahwa kota Bandung pemilik presentase sektor UKM terbesar. Jadi keberadaan UKM di Bandung jelas menjadi sorotan utama perhatian pemerintah.

Namun dalam kenyataan.begitu banyak permasalahan UKM yang ada dan menghambatnya menjadi usaha besar, menurut ?Infokop Nomor 25 Tahun 2004, permasalah pertama adalah permasalahan permodalan. Karena pada umumnya UKM merupakan usaha perorangan dan atau sifatnya tertutup, yang mengandalkan pada modal pemilik yang jumlahnya sangat terbatas, sedangkan modal pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya sulit diperoleh,karena persyaratan secara administratif dan teknis yang diminta tidak dapat dipenuhi.

Sehingga bentuk concern pemerintah dalam memberikan solusi terhadap UKM , yaitu dengan cara mencanangkan program yang pemain utamanya adalah perbankan. beberapa program itu diantaranya : 1. Program? Kredit Kepercayaan Usaha Mikro (KKUM), 2. Program Konsultan Keuangan Mitra Bank dengan Dunia Usaha (KKMB) atau? Business Development Services (BDS), dan 3. Pengembangan program pendampingan usaha.

Mengacu pada program yang dicanangkan pemerintah tersebut, kita segera menyadari bahwa perbankanlah yang harus memberikan service/ layanan kepada UKM agar masalah permodalan dan perkembangan UKM dapat teratasi.

Namun uniknya, Bank BJB melakukan lebih dari kewajiban perbankan. Merespon dari fenomena ini, Bank BJB justru menjadi tidak sekedar lembaga yang memberikan sekedar?service?/ layanan, akan tetapi beralih menjadi lembaga yang memberikan?care/ pengertian terhadap UKM , khususnya pengertian dan perhatian kepada bobotohpreneur di? Bandung.

Seperti apakah bentuk care dari Bank BJB terhadap bobotohpreneur ?.Menurut pengalaman penulis, yang mendatangi kantor Bank BJB Cabang Suci KCP Ujung Berung. Penulis mendapati, bahwa begitu perhatiannya Bank BJB dalam mendukung perkembangan UKM, sehingga sangat variatifnya layanan yang ditawarkan, beberapa diantaranya adalah :

  • Pertama, untuk mendukung program pemerintah secara nasional Bank BJB membuka produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang plafon maksimalnya bisa mencapai 500 juta.
  • Kedua, selain itu Bank BJB menyediakan produk Kredit Cinta Rakyat (KCR) sebagai wujud kerjasama dan dukungan terhadap program tingkat provinsi yaitu pemerintah Jawa Barat yang tingkat bunganya sangat sederhana mencapai 8.3% pertahun.
  • Ketiga, Bank BJB menjadikan kredit mikro sebagai core usahanya, terlihat dari produk yang dilahirkan dari Bank BJB sendiri, yaitu Kredit Mikro Utama (KMU), dan difasilitasi dengan layanan Waroeng BJB yang sangat banyak jumlahnya dan berada di tempat-tempat strategis, seperti pasar tradisional dan juga sentra kerajinan. Sehingga calon nasabah tidak perlu mendatangi kantor yang jaraknya jauh dari pusat perniagaan
  • Keempat, adanya instrumen Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri, yang memudahkan juga memberi rasa aman terhadap transaksi bisnis dengan kredit di dalam negeri.
  • Kelima,dari segi regulasi, produk-produk diatas diberikan dengan prosedur yang mudah, ringan, dan cepat. Padahal bank di dikenal dengan?the most regulated industry in the world?, tapi Bank BJB berbeda, karena memberikan?care?pada ukm lebih dari sekedar?service?.

Sebenarnya, selain dari kelima poin dia atas, masih banyak program-program lain yang Bank BJB lakukan yang amat penting untuk mendongkrak perkembangan bobotohpreneur. Namun hanya dapat diungkapkan dengan langsung melihat contoh atau bukti bobotohpreneur yang dibantu di lapangan.

Sebagai contoh bobotohpreneur yang?real?dibantu Bank BJB,? penulis juga dapat menyebutkan contoh nyata. pertama merupakan UKM bobotohpreneur yang sedang memasuki masa?maturity, dan yang lainnya sedang memasuki masa?growth.

Contoh UKM yang dalam masa?maturity-nya adalah Syahida Collection (SC) yang memproduksi beraneka kerudung dan pakaian muslim. (SC) berproduksi di daerah Antapani, yang telah berdiri kurang lebih satu dekade, semenjak penulis masih duduk dibangku SMP, saat itu bobotohpreneur dari (SC) bahkan belum memiliki rumah pribadi, namun sekarang, berkat kerja keras juga pemberian pelatihan, pendampingan, pendidikan keuangan dan pelayanan jasa perbankan yang diberikan Bank BJB, kini bobotohpreneur ini bahkan memiliki lebih dari satu unit rumah tinggal, dan bahkan tahun ini diijinkan oleh Allah untuk berangkat haji.

SC pun, yang awalnya hanya mengandalkan keahlian sepasang suami istri bobotohpreneur saja selaku pemilik, kini telah memperkerjakan sekitar 20 orang. Untuk dapat sampai ke tahap?maturity?ini, bobotohpreneur dari SC mengakui mereka benar-benar dibantu untuk berkembang oleh Bank BJB, seperti adanya akses keuangan dengan fasilitas kredit dan pendidikan keuangan, akses pemasaran dengan diikutkan pameran dan publikasi, juga dorongan perbaikan manajemen karena masukan-masukan ketika berkonsultasi dengan Bank BJB.

Sedangkan UKM kedua yang sedang memasuki masa?growth?adalah Abon Lele Pa Ulis (ALPU) . Usaha yang bergerak dalam bidang kuliner unik. karena abon yang kebanyakan bahan bakunya dari daging sapi, kini diinovasi dengan bahan baku dari daging ikan lele. Usaha ini memang baru berdiri sekitar akhir tahun 2012. Namun perkembangannya kini cukup memuaskan.

Kenapa cukup memuaskan? Awalnya bobotoh yang menjabat direktur operasional dan pemasaran yang merupaka rekan SMA penulis ?dari Abon Lele Pa Ulis ini mengikuti kegiatan STUDEPRENEUR yang di selenggarakan di Kampus STIE EKUITAS. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Bank BJB dan Kadin JABAR. Disini beliau dibina dan dibantu untuk menumbuhkan bisnis yang besar dan berprospek cerah.

Mengapa dapat menjadi bisnis yang berprospek cerah? Karena Dalam STUDEPRENEUR yang ada andil besar dari Bank BJB ini, (ALPU) dipertemukan dengan berbagai kalangan, baik sesama pelaku UKM, pelatih, konsultan bisnis, BUMN dan juga para investor. Sehingga dapat membangun? kemitraan antara studepreneur muda dengan berbagai pihak, termasuk dengan perbankan.

Sehingga saat ini,(ALPU) yang awalnya merupakan usaha yang baru membuka mata, kini telah membuka cakrawala bisnisnya ke berbagai penjuru daerah. Semakin bertambahnya?reseller, Liputan bisnisnya juga telah menginspirasi? para bobotohpreneur lain di berbagai media, baik media berbasis internet, maupun media cetak yang terkemuka di Jawa Barat.

Penutup

Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terutama di Kota Bandung pada hakekatnya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, para bobotoh, dan perbankan. karena pemerintah bertugas sebagai pengatur masyarakatnya agar makmur, bank sebagai intermediasi keuangan antara pemerintah dan masyarakat, sedangkan bobotohpreneur adalah masyarakat yang mensukseskan program pemerintah agar dirinya dan lingkungannya makmur.

Oleh karena itu untuk kedepannya perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut agar UKM dan para bobotohpreneur terus berkembang di Bandung ?:

1. Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif

Iklim yang kondusif perlu dijaga oleh pemerintah daerah Bandung dengan mengusahakan ketenteraman dan keamanan serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha, keringanan pajak dan sebagainya. Dan mendukung kerjasama antara lembaga keuangan dan bobotohpreneur.

2. Perlindungan Usaha

Jenis usaha tradisional yang cukup dominan dimiliki bobotohpreneur, harus mendapatkan perhatian dari pemerintah, agar lebih berkembang dan sesuai dengan perkembangan zaman.

3. Pengembangan Kemitraan

Pengembangan kemitraan rintisan diperlukan untuk bobotohpreneur pemula dan Untuk menghindarkan terjadinya monopoli dalam usaha. Perlu dikembangkan kemitraan yang saling membantu Dengan demikian bobotohpreneur akan mempunyai kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.

4. Peningkatan Pelatihan yang Efektif

Pemerintah harus terus mengupayakan pelatihan efektif bagi bobotohpreneur dalam bidang ?manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilan dalam pengembangan usahanya.

5. Pengembangan Promosi

Perlu disediakannya media khusus dalam ?mempromosikan produk-produk yang dihasilkan. Sehingga pemasaran dari produk milik bobotohpreneur lebih luas, dan dapat dijangkau seluruh konsumen.

Optimalisasi dari sinergitas pemerintah, bobotohpreneur, dan bank BJB harus terus diupayakan, agar Bank BJB tetap mendapatkan predikat sebagai bank yang memberikan lebih dari sekedar?service?, yaitu menjadi bank yang?care?terhadap UKM . terutama terhadap bobotohpreneur. Sehingga terus menjadikan? bobotohpreneur pemain inti perkembangan UKM Bandung, yang tentunya dapat berkontribusi terhadap terkembangan ekonomi di Bandung dan di Indonesia

Daftar Pustaka

Kasmir. 2004.?Bank & Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sprastia. 2012.?Artikel Perbankan Peran Perbankan Dalam Memajukan UKM .

Triandaru, Sigit. Totok Budisantoso. 2008.?Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Edisi 2. Jakarta : Salemba Empat

Alyansyah , E.Y. 2013 .?Mengudara di Koran Pikiran Rakyat. Melalui?http://abonpaulis.blogspot.com/. [ 07 Juni 2013]

Alyansyah , E.Y. 2013 .?Presentasi Bisnis Bersama Bank BJB.?Melalui?http://abonpaulis.blogspot.com/. [ 07 Juni 2013]

Kristiyanto, E.N . 2010 .?Bobotoh, Hidayah Terindah Suporter Sepakbola.?Melalui?http://www.persib.co.id/berita-persib-bandung/kolom/260-bobotoh-hidayah-terindah-suporter-sepakbola?[ 06 Juni 2013]

Megaloblast. 2011.?Viking Persib Club. melalui?http://botn.or.id/komunitas-bobotoh/2011/12/viking-persib-club/?[ 06 Juni 2013]

Rudi, Tisna.? 2010.?Statistik Kota Bandung. Melalui?http://www.bandunglokalbisnis.com/review/info-kota.php?[ 07 Juni 2013]

Read more at?http://pojokbursa.widyatama.ac.id/juara-pertama-lomba-penulisan-artikel-bisnis-bobotoh-dan-bjb/#txlMSLMAmRLXXTuh.99